
Invalid Date
Dilihat 310 kali

Beokina (3/4/2026): Umat Paroki Santo Antonius Abbas Beokina menghayati perayaan Jumat Agung melalui kegiatan tablo Jalan Salib bertajuk “Darah Tak Bersalah” yang dipersembahkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Antonius Abbas Beokina. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, menghadirkan suasana iman yang mendalam sekaligus menggugah perasaan seluruh umat yang hadir.
Tablo dimulai dari Natas Mbaru Gendang (halaman rumah adat) Beokina dan berakhir di Lapangan Gereja Santo Antonius Abbas Beokina, dengan jarak tempuh kurang lebih 2 kilometer. Sepanjang perjalanan, umat mengikuti dengan penuh devosi, menyatu dalam doa, nyanyian, dan permenungan atas sengsara Yesus Kristus.
Pemeran utama, saudara Eber Dagung yang memerankan Yesus, tampil dengan penuh totalitas dan penghayatan mendalam. Di bawah teriknya matahari dan panasnya aspal jalanan, ia tetap menjalani setiap adegan dengan penuh hikmat, menggambarkan penderitaan Kristus secara nyata dan menyentuh hati. Setiap langkah yang dilakoni seakan membawa umat masuk ke dalam kisah sengsara yang sesungguhnya.
Teks drama “Darah Tak Bersalah” yang ditulis oleh Ano Andal berhasil menyajikan alur cerita yang kuat dan penuh makna spiritual. Sementara itu, keseluruhan jalannya kegiatan diarahkan dengan baik oleh Ketua OMK, Yolan Atisubatu, sehingga seluruh rangkaian tablo berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan.
Suasana semakin haru ketika lantunan lagu-lagu perhentian dinyanyikan dengan penuh penghayatan oleh OMK Ano, Na, Ni, dan Riani. Nyanyian tersebut mengiringi setiap perhentian Jalan Salib, memperdalam suasana duka dan refleksi iman umat.
Puncak haru terjadi pada Perhentian XIII, ketika Yesus diturunkan dari salib dan dipangku oleh Bunda Maria yang diperankan oleh Rani. Adegan ini menyentuh hati banyak umat, terlebih dengan ungkapan ratapan yang menggambarkan kesedihan mendalam seorang ibu:
“Anak Momang, lewen lako ngger le Betlehem, ai kudut cai anak dading, wua Tuka leca. Popong laku danong Bone Mai Lapo, kudut mut daku anak mu'u luju. Anak geong, ho aku endem, reu nai daku, kantis ati, lelo ite anak pepek lata Du haju panggol. Semba anak momang, Ho aku endem, kudu campe kekep apa ata poli reke le Mori Dedek. Somba anak momang, anak momang daku.”
Ratapan tersebut menggema di hati umat, membuat banyak yang tak kuasa menahan air mata. Umat yang hadir terlihat larut dalam suasana duka, bahkan beberapa di antaranya berlinang air mata, merasakan kedalaman kasih dan pengorbanan Kristus.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari aparat keamanan setempat. Turut hadir Bhabinkamtibmas Bapak Ridwan Lubalu dan Babinsa Bapak Yunus yang ikut mengawal jalannya kegiatan. Bersama OMK dan petugas keamanan lainnya, mereka memastikan keamanan dan kelancaran seluruh rute perjalanan tablo.
Pesan Refleksi Iman
Kegiatan tablo “Darah Tak Bersalah” bukan sekadar sebuah pertunjukan, melainkan sebuah panggilan untuk merenungkan kembali makna pengorbanan Yesus Kristus. Dalam penderitaan-Nya, umat diajak untuk melihat kasih Allah yang begitu besar bagi manusia.
Melalui peristiwa sengsara ini, umat diingatkan untuk tetap setia dalam iman, berani memikul salib kehidupan, serta menumbuhkan kasih, pengampunan, dan solidaritas dalam kehidupan sehari-hari. Air mata yang jatuh bukan hanya ungkapan haru, tetapi juga tanda pertobatan dan kerinduan akan hidup yang lebih dekat dengan Tuhan.
Semangat dalam Terang Sinode Keuskupan Ruteng
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini juga sejalan dengan arah pastoral dalam Sinode Keuskupan Ruteng, yang menekankan pentingnya partisipasi aktif umat, terutama kaum muda, dalam kehidupan menggereja.
OMK Paroki Santo Antonius Abbas Beokina telah menunjukkan bahwa orang muda bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi motor penggerak dalam pelayanan Gereja. Kreativitas, pengorbanan, dan keterlibatan aktif mereka menjadi wujud nyata Gereja yang hidup, berjalan bersama, dan saling mendukung dalam iman.
Ajakan untuk Orang Muda Katolik
Melalui momentum ini, OMK Paroki Santo Antonius Abbas Beokina mengajak seluruh Orang Muda Katolik di wilayah paroki untuk semakin aktif dalam kegiatan Gereja. Keterlibatan dalam kegiatan seperti tablo, liturgi, maupun pelayanan sosial menjadi sarana untuk bertumbuh dalam iman dan mempererat persaudaraan.
Orang muda diharapkan tidak ragu untuk ambil bagian, mengembangkan talenta, serta menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan iman yang kuat, OMK dapat menjadi harapan Gereja masa kini dan masa depan.
Perayaan Jumat Agung tahun ini pun menjadi semakin bermakna, meninggalkan kesan mendalam di hati umat Paroki Santo Antonius Abbas Beokina, sekaligus menjadi titik tolak untuk terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan.
Dokumentasi: Komsos Paroki St. Antonius Abbas Beokina








Bagikan:

Desa Tengku Lese
Kecamatan Rahong Utara
Kabupaten Manggarai
Provinsi Nusa Tenggara Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini