
Invalid Date
Dilihat 294 kali

Tengku Lese, 17 Juli 2026 – Pemerintah Desa Tengku Lese menggelar Sosialisasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Pembentukan Pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Desa Tengku Lese pada Jumat (17/07/2026) bertempat di Kantor Desa Tengku Lese. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung implementasi Program Desa Model Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kecamatan Rahong Utara.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Rahong Utara, Gabriel Egor, S.IP, Ketua TP PKK Kecamatan Rahong Utara, Maria Yasinta Bhoki, S.Pd, Wakil Ketua TP PKK Kecamatan Rahong Utara, Sekretaris TP PKK Kecamatan Rahong Utara, Perangkat Desa Tengku Lese, Ketua BPD Desa Tengku Lese, Pengurus TP PKK Desa Tengku Lese, tokoh pendidik, Bidan Desa, tokoh masyarakat, Pengurus Kelompok Wanota Tani, Pengurus UBSP PKK Desa Tengku Lese, serta Forum Anak Desa Tengku Lese.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Tengku Lese, Adrianus Sadu, S.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Camat Rahong Utara Nomor 400.2.3/77/VI/2026, Desa Tengku Lese telah ditetapkan sebagai Desa Model Tim Penggerak PKK tingkat Kecamatan Rahong Utara Tahun 2026. Penetapan tersebut disahkan pada tanggal 3 Juni 2026 dan diserahkan secara langsung di Kantor Desa Tengku Lese.
Menurut Kepala Desa, penetapan tersebut merupakan sebuah amanah sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh masyarakat Desa Tengku Lese untuk menjadi contoh dalam pelaksanaan berbagai program pemberdayaan keluarga dan pembangunan desa berbasis masyarakat.
Beliau menjelaskan bahwa Desa Model PKK merupakan program strategis Pemerintah Kabupaten Manggarai yang bertujuan mempercepat pembangunan berbasis keluarga melalui penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas kesehatan, pengembangan ekonomi produktif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Lebih lanjut, Adrianus Sadu menegaskan bahwa pembentukan Taman Bacaan Masyarakat bukan hanya sebagai pemenuhan administrasi program, melainkan sebuah langkah nyata dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat.
"Pembentukan TBM ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis kita bersama untuk meningkatkan minat baca dan kualitas literasi masyarakat, khususnya generasi muda di desa kita. Sebagai Desa Model, kita ingin menjadi pelopor dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul, berwawasan luas, dan berdaya saing."
Beliau juga mengajak seluruh pengurus yang akan dibentuk agar menjadikan TBM sebagai pusat kegiatan edukasi yang nyaman, menyenangkan, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Jadikanlah TBM ini sebagai pusat kegiatan edukasi yang nyaman, menyenangkan, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Rancanglah program-program kreatif yang tidak hanya menarik minat anak-anak untuk membaca, tetapi juga mengembangkan keterampilan hidup (life skills) mereka. Mari kita bersama-sama mewujudkan desa kita sebagai episentrum ilmu pengetahuan dan budaya literasi yang kuat."
Sementara itu, Camat Rahong Utara, Gabriel Egor, S.IP, sebelum menyampaikan arahannya, terlebih dahulu memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Desa Tengku Lese dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PKK dan penguatan literasi.

Beliau menyampaikan bahwa hingga saat ini hampir 90 persen program PKK di Kecamatan Rahong Utara telah berjalan dengan baik. Meskipun masih terdapat beberapa kekurangan, secara umum pelaksanaan program dinilai sangat optimal sehingga Kecamatan Rahong Utara dipercaya sebagai Kecamatan Model di Kabupaten Manggarai.
"Karena itu, Kecamatan Rahong Utara dipercaya menjadi Kecamatan Model di Kabupaten Manggarai, dan Desa Tengku Lese kami tetapkan sebagai Desa Model melalui pertimbangan yang matang."
Camat juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi digital yang menyebabkan anak-anak semakin banyak menghabiskan waktu menggunakan telepon genggam.
"Walaupun kita berada di kampung, minat baca anak-anak sebenarnya cukup baik, asalkan didukung dengan ketersediaan buku yang sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka. Hari ini kita berbicara tentang rumah baca di Desa Tengku Lese. Hampir seratus persen anak-anak menggunakan telepon genggam. Karena itu, kita perlu mengarahkan mereka agar setelah pulang sekolah tidak hanya bermain HP, tetapi mulai membiasakan diri datang ke Taman Bacaan Masyarakat. Di situlah manfaat besar TBM akan dirasakan."
Ia menambahkan bahwa keberadaan Taman Bacaan Masyarakat merupakan salah satu syarat penting dalam pengembangan Desa Model dan memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Tengku Lese beserta seluruh jajarannya atas keseriusan dalam menjalankan berbagai program pembangunan desa.
Sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kecamatan Rahong Utara memaparkan secara komprehensif mengenai konsep Desa Model PKK Kabupaten Manggarai.
Gambar: Ketua TP PKK Kecamatan Rahong Utara (Tengah) sedang memaparkan materi Taman Bacaan Masyarakat
Beliau menjelaskan bahwa Desa Model PKK merupakan model pemberdayaan keluarga yang digagas oleh TP PKK Kabupaten Manggarai sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam pembangunan masyarakat.
Program tersebut lahir dari berbagai kebutuhan nyata di tengah masyarakat, seperti masih rendahnya budaya literasi, terbatasnya kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan, perlunya penguatan ketahanan pangan rumah tangga, serta peningkatan kualitas pelayanan Posyandu.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Desa Model PKK dirancang sebagai pusat belajar masyarakat sekaligus laboratorium sosial, tempat seluruh 10 Program Pokok PKK dijalankan secara terpadu dengan melibatkan TP PKK Kabupaten, Kecamatan, Desa, Pemerintah Desa, kader PKK, kader Posyandu, hingga seluruh elemen masyarakat.
Adapun tujuan utama program ini adalah mewujudkan keluarga Manggarai yang cerdas, mandiri, sehat, produktif, dan sejahtera melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dengan partisipasi aktif masyarakat.
Empat program unggulan Desa Model yang menjadi fokus pengembangan meliputi: Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP), Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Posyandu dengan pemenuhan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa Taman Bacaan Masyarakat merupakan motor penggerak literasi yang menjadi fondasi utama keberhasilan Program Desa Model dengan semangat:
"Belajar Bersama, Bergerak Bersama, Bertumbuh Bersama untuk Keluarga Manggarai yang Cerdas, Mandiri, Sehat dan Sejahtera."
Sebagai tindak lanjut kegiatan sosialisasi, dilakukan pembentukan Pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Desa Tengku Lese, dengan susunan sebagai berikut:
Pelindung/Penasehat: Kepala Desa Tengku Lese dan Ketua TP PKK Kecamatan Rahong Utara
Pengawas: Ketua TP PKK Desa Tengku Lese
Ketua: Adam Natal (Karang Taruna Desa Tengku Lese)
Sekretaris: Stevany Mutiara (Ketua Pokja I TP PKK Desa Tengku Lese)
Bendahara: Maria Salestina Ganung (Wakil Ketua TP PKK Desa Tengku Lese)
Bidang Pengadaan dan Koleksi Buku: Simvarianus Sariman Nego (Sekretaris Desa Tengku Lese/Ketua PATBM Desa Tengku Lese) dan Elisaeus Bajung (Pengelola PAUD SPS Desa Tengku Lese)
Bidang Pelayanan dan Kegiatan Literasi: Alina Savio (Forum Anak Desa Tengku Lese) dan Angeli Gracia (Forum Anak Desa Tengku Lese)
Bidang Humas dan Kemitraan: Aurelius Lega Hadu (Tokoh Pemuda) dan Yohana Desinita Bahung (Ketua Forum Anak Desa Tengku Lese)
Melalui terbentuknya kepengurusan Taman Bacaan Masyarakat ini, Pemerintah Desa Tengku Lese berharap budaya membaca semakin tumbuh di tengah masyarakat serta mampu melahirkan berbagai kegiatan literasi yang inovatif, edukatif, dan berkelanjutan. Keberadaan TBM diharapkan menjadi ruang belajar bersama yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat posisi Desa Tengku Lese sebagai Desa Model TP PKK Kecamatan Rahong Utara Tahun 2026, yang menjadi contoh dalam membangun keluarga dan masyarakat yang cerdas, sehat, mandiri, dan sejahtera. (MC Pemdes Tengku Lese).





Bagikan:

Desa Tengku Lese
Kecamatan Rahong Utara
Kabupaten Manggarai
Provinsi Nusa Tenggara Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini