
Invalid Date
Dilihat 146 kali

Tengku Lese, 20 Agustus 2026 - Pemerintah Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, terus melakukan pendataan, pemantauan, serta koordinasi dalam penanganan dampak bencana gempa bumi tektonik yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan pendataan Pemerintah Desa Tengku Lese bersama unsur terkait, hingga 24 Agustus 2026 tercatat sebanyak 286 rumah terdampak, yang terdiri atas 117 rumah mengalami kerusakan berat, 57 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 112 rumah mengalami kerusakan ringan. Namun, untuk data perubahan tingkat kerusakan rumah, hingga saat ini masih menggunakan data hasil pembaruan terakhir pada 20 Agustus 2026 dan belum dilakukan pembaruan kembali.

Dari total 286 rumah terdampak tersebut, kerusakan berat sebanyak 117 rumah atau 40,91 persen, kerusakan sedang sebanyak 57 rumah atau 19,93 persen, dan kerusakan ringan sebanyak 112 rumah atau 39,16 persen. Rincian kerusakan berat berdasarkan wilayah masing-masing adalah Dusun Bobong 12 rumah, Dusun Munggis 49 rumah, Dusun Pasa 16 rumah, Dusun Rangges 31 rumah, dan Dusun Tebo 9 rumah, dengan total 117 rumah. Untuk kerusakan sedang, Dusun Bobong tercatat 8 rumah, Munggis 22 rumah, Pasa 8 rumah, Rangges 14 rumah, dan Tebo 5 rumah, dengan total 57 rumah. Sementara itu, kerusakan ringan terdiri dari Bobong 20 rumah, Munggis 42 rumah, Pasa 13 rumah, Rangges 20 rumah, dan Tebo 17 rumah, dengan total 112 rumah.

Dari sisi kependudukan, Desa Tengku Lese tercatat memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.059 jiwa yang tergabung dalam 308 kepala keluarga (KK) yang terdampak kerusakan rumah. Berdasarkan wilayah, Dusun Bobong memiliki 149 jiwa dan 41 KK, Dusun Munggis 391 jiwa dan 124 KK, Dusun Pasa 113 jiwa dan 35 KK, Dusun Rangges 273 jiwa dan 70 KK, serta Dusun Tebo 133 jiwa dan 38 KK. Total keseluruhan mencapai 1.059 jiwa dan 308 KK.
Untuk kelompok rentan, data bayi dan balita tercatat sebanyak 147 orang, yang terdiri dari bayi usia 0 bulan sebanyak 3 orang, bayi usia 1–11 bulan sebanyak 23 orang, balita usia 12–36 bulan sebanyak 68 orang, serta balita usia 37–60 bulan sebanyak 53 orang. Sementara itu, data lansia usia 60 tahun ke atas tercatat sebanyak 219 orang, dengan rincian Dusun Bobong 58 orang, Munggis 47 orang, Pasa 37 orang, Rangges 47 orang, dan Tebo 30 orang.
Khusus untuk data ibu hamil, pada pendataan sebelumnya tercatat sebanyak 16 orang ibu hamil. Dalam perkembangan terakhir, sebanyak 3 orang ibu hamil telah melahirkan pada 23 Agustus 2026. Selain itu, Pemerintah Desa Tengku Lese baru memperoleh informasi tambahan mengenai 1 orang ibu hamil yang sebelumnya belum masuk dalam pendataan. Dengan demikian, jumlah ibu hamil yang tercatat hingga hari ini menjadi 14 orang. Adapun rincian wilayah pada data sebelumnya tercatat Dusun Bobong 5 orang, Munggis 4 orang, Pasa 2 orang, Rangges 2 orang, dan Tebo 1 orang, dengan jumlah 14 orang.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit dari dampak gempa, bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak terus berdatangan. Hingga saat ini, sejumlah pihak telah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, baik melalui yayasan, bantuan secara mandiri dari berbagai pihak, bantuan dari orang tengku lese yang berada diluar daerah maupun bantuan yang bersumber dari APBDes. Bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam meringankan beban masyarakat yang rumah maupun kehidupan sehari-harinya terdampak akibat bencana.
Kepala Desa Tengku Lese, Adrianus Sadu, S.H., bersama aparatur desa dan relawan desa terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terus diperhatikan dan ditangani secara bertahap. Pemerintah Desa juga terus membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian untuk bersama-sama membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
Atas berbagai bentuk kepedulian dan bantuan yang telah diberikan, Pemerintah Desa Tengku Lese menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, baik yayasan, lembaga, pemerintah, kelompok masyarakat, maupun individu yang telah memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi. Setiap bantuan, sekecil apa pun bentuknya, merupakan wujud kepedulian dan kemanusiaan yang sangat berarti bagi masyarakat Desa Tengku Lese.
Kepala Desa Tengku Lese juga mengajak seluruh masyarakat untuk menerima setiap bantuan yang diberikan dengan hati yang senang dan penuh rasa syukur. Bantuan yang datang hendaknya dilihat sebagai bentuk kepedulian dan keikhlasan dari sesama yang ingin membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak memberikan narasi-narasi negatif terhadap bantuan ataupun kepedulian yang diberikan oleh pihak lain, baik secara lisan maupun melalui media sosial.
Setiap orang atau pihak yang datang membantu tentu memiliki keterbatasan dan kekurangan masing-masing, tetapi ketika bantuan diberikan dengan hati yang ikhlas, nilai kemanusiaannya jauh lebih besar daripada apa yang diberikan. Karena itu, Pemerintah Desa mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan, menghargai setiap bentuk kepedulian, serta bersama-sama membangun suasana yang positif agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik.
“Terimalah setiap bantuan dengan hati yang senang dan penuh syukur. Jangan melihat kekurangan dari apa yang diberikan, tetapi lihatlah ketulusan dan kepedulian dari orang yang datang membantu. Mereka juga memberikan dari kekurangan yang mereka miliki, tetapi dilakukan dengan hati yang ikhlas. Mari kita jaga ucapan dan jangan membuat narasi negatif, baik secara lisan maupun melalui media sosial, karena yang kita butuhkan saat ini adalah persatuan, kepedulian dan semangat untuk bangkit bersama,” demikian pesan Kepala Desa Tengku Lese.
Pemerintah Desa Tengku Lese menegaskan bahwa pendataan dan pemantauan terhadap kondisi masyarakat terdampak akan terus dilakukan secara bertahap. Data mengenai kerusakan rumah akan diperbarui kembali apabila proses verifikasi dan pendataan lapangan terbaru telah dilakukan. Sementara itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum digunakan, mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, serta melaporkan kondisi kerusakan kepada aparatur desa setempat.
Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Desa Tengku Lese mengajak seluruh masyarakat, aparatur desa, relawan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian untuk terus bergandengan tangan dalam menghadapi dampak bencana ini. “Bersama kita bangkit dari bencana.” Desa Tengku Lese tangguh, masyarakatnya kuat, dan kepedulian kemanusiaan menjadi kekuatan untuk melewati masa pemulihan.
Bagikan:

Desa Tengku Lese
Kecamatan Rahong Utara
Kabupaten Manggarai
Provinsi Nusa Tenggara Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini