
Invalid Date
Dilihat 12 kali

TENGKU LESE – Forum Anak Desa Tengku Lese memanfaatkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun Anggaran 2027 untuk menyampaikan aspirasi terkait pemenuhan hak anak, pengembangan kreativitas, serta perbaikan infrastruktur yang mendukung akses pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Jumat (23/10/2026), dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pendamping desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, unsur kelembagaan desa, unsur masyarakat, tokoh pendidikan, serta mitra kerja desa, World Vision Indonesia (WVI).
(Foto: Musrenbangdes RKPDES TA 2027)
Dalam forum tersebut, perwakilan Forum Anak Desa Tengku Lese, Yohana D. Bahung (Yovin), menyampaikan sejumlah usulan yang mencakup pengadaan taman literasi, pembentukan sanggar tari dan seni, pelaksanaan perayaan Hari Anak Nasional (HAN) di tingkat desa, serta pertemuan Forum Anak lintas desa dalam rangka memperingati HAN.

(Foto: Dokumentasi kegiatan perayaan HAN tahun 2025 tingkat desa Tengku Lese)
Tak hanya mengusulkan kegiatan pengembangan minat dan bakat, Forum Anak juga menyoroti persoalan akses jalan yang berpengaruh terhadap aktivitas pendidikan anak-anak.
Mereka mengusulkan peningkatan kapasitas jalan menuju SMKN 1 Rahong Utara, lanjutan pembangunan jalan lapen pada ruas RT 005–RT 006, serta lanjutan pembangunan jalan rabat beton dari pertigaan Rangges menuju Dusun Pasa, RT 012. Perbaikan jalan tersebut diharapkan dapat memudahkan mobilitas siswa, terutama saat musim hujan.
Forum Anak turut mendorong kerja sama antara Pemerintah Desa Tengku Lese dan Pemerintah Desa Pong Lengor untuk membuka akses melalui pembangunan jembatan dan jalan tembus menuju SDN Lengor. Akses tersebut diharapkan mempermudah siswa dan siswi dari Dusun Bobong dalam menjangkau sekolah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Desa Tengku Lese, Adrianus Sadu, S.H., menyampaikan apresiasi kepada Forum Anak yang telah berpartisipasi dalam proses perencanaan pembangunan desa.
Ia menilai keterlibatan anak dalam forum musyawarah menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan inklusif sekaligus membangun keberanian anak untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Adrianus mengatakan, usulan yang disampaikan akan dikaji oleh tim penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) 2027 dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran desa.
“Usulan yang disampaikan akan dikaji oleh tim penyusunan RKP Desa dan disesuaikan dengan skala prioritas serta anggaran yang tersedia,” demikian penegasan Kepala Desa dalam menanggapi aspirasi Forum Anak.
Partisipasi Forum Anak dalam Musrenbangdes merupakan bagian dari perjalanan Desa Tengku Lese dalam mengembangkan lingkungan yang ramah anak. Sejak Forum Anak dibentuk pada 2023 dan deklarasi Desa Tengku Lese menuju Desa Ramah Anak dilakukan pada peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun yang sama, pemerintah desa telah memfasilitasi berbagai kegiatan untuk mendukung tumbuh kembang dan perlindungan anak.
Kegiatan tersebut antara lain perayaan Hari Anak Nasional, pelatihan public speaking, sosialisasi dampak pernikahan dini dan kesehatan reproduksi, edukasi pencegahan perundungan (bullying) serta kegiatan penyuluhan lainya, pengadaan alat musik, serta fasilitasi pembaruan kepengurusan Forum Anak dan pemetaan minat serta bakat anak.
Selain itu, Pemerintah Desa Tengku Lese juga telah membentuk dan melakukan peningkatan kapasitas terhadap pengurus Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat dalam perlindungan anak, meningkatkan kepedulian terhadap berbagai bentuk kekerasan dan permasalahan yang dihadapi anak, serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Sejumlah kegiatan terkait anak tersebut turut mendapat dukungan dari WVI sebagai mitra kerja desa. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang partisipasi anak, memperkuat perlindungan, dan mendukung pemenuhan hak-hak anak di Desa Tengku Lese.
Melalui Musrenbangdes, Forum Anak Desa Tengku Lese menunjukkan bahwa kebutuhan anak tidak hanya berkaitan dengan ruang bermain dan kegiatan kreatif, tetapi juga menyangkut akses pendidikan, infrastruktur yang memadai, serta lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.
Dokumen RKP Desa Tahun 2027 yang disusun melalui proses musyawarah ini nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2027. Dengan demikian, berbagai usulan yang dihimpun dari masyarakat, termasuk aspirasi Forum Anak, akan dibahas berdasarkan skala prioritas, kewenangan desa, dan kemampuan keuangan desa agar program pembangunan yang ditetapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan dalam proses penyempurnaan RKP Desa 2027 dengan mempertimbangkan skala prioritas, kewenangan desa, dan ketersediaan anggaran dan menjadi acuan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2027.
Bagi Desa Tengku Lese, pembangunan ramah anak bukan sekadar deklarasi, melainkan upaya berkelanjutan untuk memastikan suara dan kebutuhan anak mendapat tempat dalam perencanaan pembangunan desa.
"Suara anak, perlindungan yang kuat, dan akses pendidikan yang layak menjadi bagian penting dalam mewujudkan Desa Tengku Lese yang inklusif dan ramah anak."
Bagikan:

Desa Tengku Lese
Kecamatan Rahong Utara
Kabupaten Manggarai
Provinsi Nusa Tenggara Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini